BAB perempuan yang bisa kita lihat dari unsur

BAB II

PEMBAHASAN

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

 

1.1. Pengertian Gender

            Seperti
yang kita ketahui bahwa kita hidup berdampingan dan berpasang-pasangan.
Tentunya kita dilahirkan dengan berbeda jenis kelamin, ada yang lahir dengan
jenis kelamin perempuan ada juga yang berjenis kelamin laki-laki. Perbedaan ini
adalah kodrat atau takdir yang telah diberikan Allah terhadap manusia sejak
lahir dan sifatnya sudah mutlak. Perbedaan ini pula dapat terlihat atau
ditandai dengan alat kelamin yang dimiliki oleh masing-masing manusia. Namun
gender tidak sebatas seperti pandangan-pandangan tersebut.

Menurut John M. Echols dan Hassan Shadily (1983), secara etimologis kata
‘gender’ berasal dari Bahasa Inggris yang berarti ‘jenis kelamin’. Secara
terminologis, menurut Hilary M.Lips (1993), ‘gender’ didefinisikan sebagai
harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan. Menurut Nasaruddin
Umar (1999), gender bisa dijadikan sebagai konsep analisis yang dapat digunakan
untuk menjelaskan sesuatu. Siti Musdah Mulia (2004), mengatakan dalam Women’s Studies Encylopedia  bahwa gender merupakan suatu konsep kultural
yang dipakai untuk membedakan peran,perilaku, metalitas, dan karakteristik
emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa gender adalah cara dasar
untuk membedakan antara  laki-laki dan
perempuan yang bisa kita lihat dari unsur biologis ataupun nonbiologis seperti
wujud, perilaku, emosi, mental, dan lainnya. Gender ini menentukan jalan hidup
seseorang dan pengalaman yang akan di alami oleh manusia tersebut dan bagaimana
dia akan berinteraksi di kehidupan sosial. Sehingga gender akan menjadi tolak
ukur dalam penentuan hidup seseorang.

Kesetaraan gender adalah memiliki kesempatan, hak dan tanggung jawab
yang sama untuk perempuan dan laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki.
Namun, Itu tidak berarti bahwa wanita dan pria adalah sama. Ketidaksetaraan
gender adalah akibat dari distribusi kekuatan yang tidak setara antara
perempuan dan laki-laki, diperburuk oleh diskriminasi, kelemahan dalam
undang-undang, kebijakan dan institusi, dan hubungan sosial yang mendukung
ketidaksetaraan.

 

 

1.2. Konsep Kesetaraan Gender

Kesetaraan gender ini relevan dengan pemikiran bahwa laki-laki adalah
manusia yang penuh akan tanggung jawab,bekerja keras, yang mengasilkan sperma,
sementara perempuan adalah mereka yang melakukan hal-hal seperti mendidik
keluarganya, merawat anak, membersihkan rumah, pergi ke pasar, dan lainnya
dimana saat ini perempuan sudah bisa menjadi ketua dan memiliki kedudukan
penting di suatu lembaga, lalu laki-laki pun terbiasa untuk merawat anak dan
mengurus keluarga, sampai hal lain yang bertolak dengan gender mereka.

Kesetaraan gender ini memandang gender sebagai relasi kekuasaan. Karena
itu, kesetaraan gender bertujuan untuk mengatasi norma gender yang tidak setara
yang membatasi perempuan dan laki-laki, serta orang transgender dan interseks.
Ini adalah isu global, relevan dengan kebijakan ekonomi, sosial, kesejahteraan
dan luar negeri dari semua negara. Masyarakat internasional telah menyadari
pentingnya untuk mendukung kesetaraan gender melalui Konvensi Penghapusan
Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan, Platform Aksi Beijing, MDGs, Agenda 2030 untuk SDGs dan forum multilateral, regional
dan kebijakan, termasuk Kelompok Dua Puluh (G20).

Dibawah ini terdapat 3 prioritas yang akan menuntun kita pada kesetaraan
gender.

 

1. Meningkatkan suara perempuan dalam
pengambilan keputusan, kepemimpinan dan pembangunan perdamaian

Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan dan
pembangunan perdamaian penting sebagai hak dalam dirinya sendiri. Perempuan
juga membawa perspektif, prioritas dan kekuatan tertentu yang dihasilkan dari
pengalaman hidup mereka, yang seringkali berbeda dengan kondisi pria. Ini
berarti mereka cenderung membuat keputusan yang berbeda, dengan adanya para
pemimpin perempuan akan menanggapi lebih kuat prioritas kebijakan perempuan. Bila representasi perempuan dalam
kepemimpinan dan pengambilan keputusan formal rendah, peran organisasi dan
koalisi perempuan sangat penting untuk memastikan perspektif perempuan
didengar. Faktor penting di negara-negara yang memberikan undang-undang yang
melarang kekerasan terhadap perempuan adalah adanya organisasi perempuan yang
kuat.

Perempuan dapat memainkan peran penting dalam pencegahan konflik, perundingan
damai dan pembangunan perdamaian. Wanita dapat menjadi agen yang ampuh untuk
perubahan. Membangun kesetaraan gender dalam upaya rekonstruksi dapat membantu
memastikan perdamaian yang lebih abadi.

 

2.
Mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan

Partisipasi ekonomi perempuan membantu mendorong pertumbuhan di tingkat
nasional dan mengurangi kemiskinan di dalam masyarakat dan rumah tangga.
Masyarakat yang memanfaatkan keterampilan, talenta, dan waktu dari semua
anggota dengan lebih baik akan semakin beruntung. Perempuan seringkali lebih
berpotensi dibandingkan laki-laki dalam menggunakan pendapatan untuk mendukung
pembangunan karakter di dalam keluarga mereka. Meningkatnya pendapatan
perempuan dapat memperkuat keputusan mereka dalam pengambilan keputusan di
rumah tangga mereka.

 Dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi secara internasional, diperlukan tempat bekerja perempuan untuk
memastikan perempuan dapat berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi. Hal ini
dapat meningkatkan kesetaraan dan mengarah pada pemberdayaan, walaupun
seringkali hal itu hanya meningkatkan beban waktu perempuan dan berkontribusi
pada peningkatan eksploitasi dan kekerasan mereka.

Mempercepat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang dibayar
mencerminkan komitmen G20 untuk menutup kesenjangan antara tingkat partisipasi
perempuan dan laki-laki sebesar 25 persen pada tahun 2025.  Perempuan terdiri dari hampir separuh pekerja
pertanian dunia namun memiliki akses yang kurang dari laki-laki terhadap sumber
daya dan kesempatan produktif. Meningkatkan akses perempuan dapat meningkatkan
hasil pertanian perempuan sebesar 25 sampai 30 persen dan meningkatkan hasil
pertanian di negara-negara berkembang antara 2,5 dan 4 persen. Namun,
prioritas, kebutuhan, dan minat perempuan seringkali diabaikan dan perlu
ditingkatkan lagi. Misalnya, memberikan akses ke bahan bakar modern dan lebih
baik, seperti gas dan energi terbarukan (bukan kayu), akan membebaskan waktu
perempuan untuk mendapatkan pekerjaan produktif dan memiliki manfaat kesehatan
yang signifikan.

 

3.
Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan

Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan sangat luas dan terus
berlanjut di seluruh dunia dan merupakan pelanggaran HAM yang
signifikan.Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan terjadi dalam banyak
bentuk, termasuk: kekerasan di rumah, pelecehan seksual terhadap anak perempuan
di sekolah, pelecehan seksual di tempat kerja dan di jalanan, pemerkosaan oleh
suami atau orang asing, pernikahan anak dibawah umur.

Perempuan dan anak perempuan penyandang cacat lebih cenderung mengalami
kekerasan dan menghadapi rintangan tambahan dalam mencari keadilan dan
dukungan. Anak laki-laki juga berisiko tinggi terhadap jenis kekerasan dan
eksploitasi gender tertentu, seperti melalui persalinan yang melibatkan risiko
signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan mereka.

Kekerasan atau ketakutan akan kekerasan membatasi kehidupan dan
kesempatan perempuan dan menghambat pembangunan negara. Ini menyebabkan trauma
dan membatasi partisipasi sosial, politik dan ekonomi perempuan. Ini bisa
berdampak seumur hidup pada anak perempuan dan menyebabkan trauma pada
mereka.Ini menciptakan ketegangan yang signifikan pada ekonomi nasional dengan
meningkatnya biaya dalam perawatan kesehatan, layanan sosial, kepolisian dan
sistem peradilan. Sebagai akibat dari bencana alam dan selama konflik, tingkat
kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender meningkat.

Respons yang efektif untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan
didasarkan pada peningkatan kualitas layanan dan tanggapan, akses terhadap
keadilan, dan pencegahan. Tanggapan terpadu yang memperhitungkan beragam bentuk
kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan sangat penting. Sebagai
tanggapan, sangat penting untuk berfokus pada keselamatan korban kekerasan dan
anak-anak mereka. Memastikan perlindungan selama respon kemanusiaan juga
penting.

 

1.3. Perspektif Agama Terhadap Kesetaraan Gender

Dalam Islam, ada beberapa prinsip tentang kesetaraan gender yang
dijelaskan di dalam Al-Quran, yakni :

a.     Perempuan
dan Laki-laki setara sebagai Hamba Allah

?????????????
?????? ??????????? ???????? ???????? ?????

 

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat 51: 56)

“Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui lagi Maha Mengenal.”  (QS.
Al-hujurat 49: 13)

                 Dari
2 ayat diatas disebutkan bahwa tidak ada yang membedakan antara laki-laki dan
perempuan dimata Allah sebagai hamba – Nya. Melainkan pembeda nya adalah
ketakwaan kita terhadap agama kita dan Allah swt.

 

b.    
 Perempuan dan laki-laki memiliki kemuliaan yang
sama

 

 

“Dan
sesungguhkan telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami
ciptakan” (QS. Al-Isra 17:70)

 

c.     Mempunyai
tugas yang sama sebagai khalifah bumi

 

 

       “dan Dialah yang menjadikan kamu
penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian
yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan – Nya
kepadamu. Sesungguhnya tuhanmu amat cepat siksaan – Nya dan sesungguhnya Dia
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al- An’am 6:165)

            Dalam
ayat tersebut disebutkan bahwa kita mengemban tanggung jawab yang sama sebagai
khalifah di muka bumi dan tidak ada pembeda antara perempuan dan laki-laki
melainkan hanya pembeda dari makhluk lainnya.

 

d.     Mendapat
hak yang sama dan prestasi yang sama

 

 “Maka
Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):
“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di
antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah
turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir
dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang
dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku
masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai
pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik”. (QS.
Ali-Imran 3:195)

 

“Barangsiapa mengerjakan amal-amal
saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka
itu masuk ke dalam surge dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS.
An-Nisa 4:124)