A. yang diharapkan. Bahasa Indonesia sebagai salah satu

A.     
PENDAHULUAN

Kegiatan
pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu antara guru dan siswa. Perilaku
guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar, kedua perilaku  tersebut terkait dengan bahan pembelajaran.
Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni,
agama, sikap dan keterampilan, karaena kegiatan guru dan siswa dalam kaitannya
dengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran. Dalam proses belajar
mengajar terdapat kesiapan siswa dengan segala potensinya yang meliputi aspek
kognitif, afektif dan psikomotorik, juga guru yang mampu menciptakan suasana
belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa,
Potensi anak didik perlu ditingkatkan melalui arahan dan bimbingan yang
diberikan oleh guru di sekolah. Pembelajaran di bangku persekolahan dibagi
dalam beberapa jenjang yang dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan
tinggi. Pendidikan dasar merupakan fondasi dalam membangun pendidikan
berkualitas pada jenjang berikutnya.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Metode
pembelajaran memegang peranan penting dalam rangkaian sistem pembelajaran,
untuk itu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih metode
pembelajaran. Agar tujuan belajar baik secara kognitif, afektif maupun
psikomotor dapat tercapai, maka metode pembelajaraan dapat diarahkan untuk
mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan pembelajaran proses
(Sumiati dan Asra, 2009: 91). Metode pembelajaran menekankan pada proses
belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar.
Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting, karena pendidikan itu
akan sangat berpengaruh terhadap pekembangan hidup manusia. Sekolah sebagai
tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam dunia
pendidikan.

Oleh karena itu
pendidikan di sekolah memang sangat berperan penting  dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan
nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Bahasa Indonesia sebagai salah
satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali bagi siswa untuk mengembangakn
bahasa di samping aspek penalaran dan hafalan sehingga pengetahuan dan
informasi yang diterima siswa sebatas produk bahasa dan sastra. maka dari itu
Guru harus dapat menanamkan kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia dengan susana bermain dan menyenangkan, sehingga siswa merasa
bahwa pelajaran Bahasa Indonesia itu tidak sulit. Solusi untuk mengatasi
permasalahan tersebut yakni dengan menggunakan metode role playing dalam
kegiatan belajar megajar.

Menurut Miftahul
Huda (2013: 115) Role Playing merupakan sebuah model pembelajaran yang berasal
dari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Model ini membantu
masing-masing siswa untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan
membantu memecahkan dilema perbadi dengan bantuan kelompok. Dalam hal ini
metode role playing diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih menantang
kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan potensi siswa. Metode role playing
diarahkan pada pemecahan masalah dengan cara berpikir kritis lewat peran yang
dimainkan yang menyangkut hubungan antar manusia, terutama yang menyangkut
kehidupan peserta didik.

B.  PEMBAHASAN

1)  
Metode
Role Playing

Metode Role
Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan materi pelajaran melalui
pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, pengembangan imajinasi dan
penghayatan dilakukan siswa dengan memamerkannya sebagai tokoh hidup atau benda
mati yang dikaitkan dengan materi pelajaran yang dibahasnya (Syaiful Bahri
Djamarah dan Zain, 2008:28). Melalui aktivitas role playing siswa diajak untuk
memahami materi pelajaran melalui kegiatan bermain peran, siswa juga bekerja sama
dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama siswa dapat mengeksplorasi
perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah.

Banyak sekali
yang terjadi saat ini seorang guru yang kurang menerapkan bagaimana metode
pembelajaran yang cocok untuk siswa apalagi dalam materi Bahasa Indonesia
dirasakan kurang adanya pengembangan metode atau model pembelajaran yang salah
satu penyebabnya adalah karena siswa belum memahami konsep-konsep dasar Bahasa
Indonesia mengingat selama ini pemberian materi hanya dilakukan melalui ceramah
dan penugasan dan sesekali portfolio. Padahal pemahaman atas konsep dasar
Bahasa Indonesia tidak cukup apabila hanya dilakukan melalui kedua metode
tersebut. Main Sufanti (2010: 13-14) Menyatakan bahwa Ruang lingkup mata
pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan
bersatra yang meliputi aspek-aspek : (a) mendengar, (b) berbicara, (c) membaca,
dan (d) menulis. Komponen kemapuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntut
siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, dengan begitu Perlu adanya
upaya tindak lanjut yang salah satunya berupa penerapan metode role playing,
karena guru sendiri belum menciptakan suasana pembelajaran yang memberikan
pengalaman langsung pada siswa yakni dengan cara siswa mengalami atau
memerankan suatu kejadian atau peristiwa, kerena Model role playing dapat
meningkatkan kemampuan berpikir dan memotivasi siswa terhadap suatu mata
pelajaran dan materi pelajaran, sehingga dengan demikian juga dapat
meningkatkan pemahaman terhadap konsep-konsep yang sedang dibelajarkan kepada
mereka. Apalagi untuk mempersiapkan pembelajaran dengan model ini mereka harus
terlebih dahulu melakukan studi tentang karakter atau tokoh yang akan
diperankan atau dibuat skenarionya.

2)  
Kelebihan
Dan Kelemahan Role Playing

Dalam
pelaksanaan metode pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan dan kelemahan
yang harus diketahui oleh guru. Menurut Roestiyah (2008: 93), kelebihan metode
Role Playing (bermain peran) adalah: siswa lebih tertarik perhatiannya pada
saat pembelajaran, melatih siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran,
memunculkan rasa tanggung jawab terhadap peran yang dilakoni, siswa akan
terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif, bahasa lisan siswa dapat dibina
menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Sedangkan kelemahan
penggunaan role playing yaitu: Model bermain peranan memerlukan waktu yang
relatif panjang/banyak, Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari
pihak guru maupun murid dan ini tidak semua guru memilikinya, Apabila
pelaksanaan sosiodrama dan bermain peran mengalami kegagalan, bukan saja dapat
memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak
tercapai.

Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing adalah model
pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap
materi pelajaran yang disajikan, sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah
tercapai.

3)  
Kemampuan
Berfikir Siswa

Berpikir kritis
tidaklah mudah seperti halnya menghafal karena berpikir kritis kita harus
menggabungkan kata-kata yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Fisher (
2009: 4) mengatakan bahwa, Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan
reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau
dilakukan. Dalam berpikir kritis siswa dituntut menggunakan strategi kognitif
tertentu yang tepat untuk menguji keandalan gagasan pemecahan masalah dan
mengatasi kesalahan atau kekurangan. Menurut Paul (dalam Fisher, 2009: 4)
Berfikir kritis adalah model berpikir-mengenai hal, subtansi atau masalah apa
saja di mana si pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani
secara terampil stuktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan
standar-standar intelektual padanya.

Berdasarkan
beberapa pendapat ahli tersebut, dapat diambil kesimpulan mengenai pengertian
kemampuan berpikir kritis yaitu sebuah kemampuan yang dimiliki setiap orang
untuk menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik untuk mengejar
pengetahuan yang relevan tentang dunia dengan melibatkan evaluasi bukti.
Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu
permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut. Orang-orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis
tidak hanya mengenal sebuah jawaban. Mereka akan mencoba mengembangkan
kemungkinan-kemungkinan jawaban lain berdasarkan analisis dan informasi yang
telah didapat dari suatu permasalahan. Berpikir kritis berarti melakukan proses
penalaran terhadap suatu masalah sampai pada tahap kompleks tentang mengapa dan
bagaimanaproses pemecahannya.

4)     
Metode
Role Playing dalam Pembelajaran Drama untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir
Kritis Siswa

Ada banyak cara
yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar
siswanya, misalnya dengan memilih strategi, pendekatan dan model belajar serta
penggunaan media dan sumber belajar. Hal ini dilakukan supaya tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan maksimal. Salah satu model yang
akan digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran (role
playing).

Dalam model
pembelajaran bermain peran (role playing) ini, siswa tidak hanya dilatih untuk
dapat berbicara dengan baik dan benar tapi juga siswa diajak untuk
mengembangkan keterampilannya dan sikap dalam memecahkan suatu masalah. Dengan
menggunakan model pembelajaran bermain peran (role playing), siswa dilatih
untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis serta aktif dalam proses
pembelajaran sehingga diharapkan semua siswa paham terhadap materi yang
disampaikan dan diajarkan. Untuk dapat menerapkan metode role playing (bermain
peranan) pada pengajaran secara baik dan terarah, guru harus menjelaskan dulu
teknik metode ini secara jelas kepada siswa yang akan melaksanakannya.
Selanjutnya guru memilih dan menentukan topik atau pokok bahasan yang
komprehensif yang dapat didramatisasikan.

Melalui latihan
yang baik dan teratur, pokok bahasan ini dapat dilakonkan di muka kelas. Dengan
cara ini, minat dan perhatian murid terhadap pelajaran yang terlalu kaku dan
menjemukan, dapat disegarkan kembali melalui metode ini. Sosiodrama yang
menyakinkan, dapat membangkitkan minat anak didik kepada pengajaran secara
keseluruhan. Untuk meningkatkan kognisi dan psikomotor murid-murid melalui
metode sosiodrama dan bermain peranan ini, setelah dramatisasi itu
dilaksanakan, guru mengadakan diskusi dengan murid secara keseluruhan tentang
topik dan pelaksanaan drama tadi. Dengan demikian, kognisi dan psikomotor murid
secara keseluruhan dapat pula ditingkatkan melalui bimbingan drama tersebut.
Jadi, dramatisasi dan permainan peranan itu menjadi lebih bermakna sebagai
suatu metode interaksi edukatif yang lebih terpadu. Pada kesempatan ini, guru
dan murid tetap melakukan pembinaan konsep dan pengembangan generalisasi sampai
kepada menarik kesimpulan-kesimpulan tentang role playing (bermain peranan)
tadi.

 

x

Hi!
I'm Isaac!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out